Aksi atau sering sekali kita dengar dengan nama demo. Mulai dari demo “Harga Makanan Pokok” sampai demo “Tentang Program Kerja yang sekarang”. Sikap Anarkis sering kali dilakukan peserta demo. Contoh nya dengan cara memblokir jalan raya, membakar ban, bahkan ada yang nekat membakar kantor-kantor polisi.
Wah, sikap anarkis seperti itu sudah tidak aneh lagi dikalangan warga negara Indonesia, itu sudah dianggap hal biasa. Pelakku demo bisa di mulai dari masyarakat rendah sampai mahasiswa. Ckckckck, seharusnya para mahasiswa tahu bagaimana cara demokrasi dengan baik. Bukan malah menambah masalah.
Bukan saja demo yang berujung sikap anarkis tapi para supporter bola pun ikut-ikutan bersikap anarkis. Contoh: pada saat permainan sepakbola Nasional maupun Internasional, para supporter ramai dengan suara menyeru tim bola masing-masing.
Supporter yang bersikap anarkis di beri julukan “Bonex”. Supporter yang tidak terima tim bola yang mereka andalkan kalah mulai melakukan sikap anarkis, saling melempar dengan batu dan sebagainya kepada supporter tim bola lawan. Tidak aneh banyak sekali korban dengan berbagai sikap anarkis ini.
Bukan saja di kota-kota besar seperti Jakarta dan sebagainya. Di sebuah kota kecil di “Rangkasbitung” pun meniru sikap anarkis yang semestinya tidak ditiru. Bahkan anak kecil usia 6-10 tahun sudah meniru-niru sikap supporter yang tidak patut ditiru. Mencoba ambil andil dengan cara memakai baju tim bola yang diandalkan, nyanyi-nyanyi tidak karuan, malah mempraktikan sedikit sikap anarkis, contohnya adalah membakar baju, saling melempar kata-kata kotor, dsb.
Wah. Sikap yang dilakukan para pemuda yang tidak bertanggungjawab dapat membahayakan semuanya. Seharusnya kita tanamkan sikap saling menghargai di dalam diri kita.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar